1. 1. Peristiwa Rengasdengklok
a.
Karena apa
b.
Tokoh yang terlibat
2. 2. Keadaan/situasi sosial dan perkembangan pendidikan setelah Indonesia
merdeka.
3. 3. Dukungan spontan terhadap proklamasi kemerdekaan Indonesia ( Rapat
Raksasa di lapangan Ikada)
4. 4. Pertempuran Surabaya
a.
Latar Belakang
b.
Tokoh
c.
Respon Masyarakat Surabaya
d.
Proses
P 5. Pertempuran Bandung Lautan Api
a.
Latar Belakang
b.
Tokoh
c.
Respon Masyarakat Surabaya
d.
Proses
Jawab
1.
Peristiwa Rengasdengklok merujuk
pada peristiwa “penculikan” Soekarno Hatta oleh kalangan pemuda ke kota kecil yang
bernama Rengasdengklok ( Kabupaten Karawang, Jawa Barat) .
a.
Penyebab Utama “penculikan” adalah
perbedaan sikap antara kalangan muda dan kalangan tua. Perbedaan ini mengenai
kapan saat yang tepat untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Perbedaan muncul
karena reaksi terhadap kekalahan Jepang.
Tujuannya untuk:
-
Mendesak kedua tokoh agar segera
memproklamasikan kemerdekaan Indonesia terlepas dari segala ikatan dengan
Jepang.
-
Agar kedua tokoh tidak terpengaruh
oleh pihak Jepang.
b.
Kalangan Muda
-
Soekarni
-
Jusuf Kunto
-
Chaerul Saleh
-
Shodancho Singgih ( Perwira PETA
dari Daidan)| sebagai penculik.
-
Shodancho Sulaiman
-
Chudancho Dr. Soetjipto
-
Chudancho Subeno ( pemimpin Cudan
Rengasdengklok)
-
Honbu (Staff) yang dipimpin oleh
Budancho Martono
-
Kiki Abdul Gani
Kalangan Tua
-
Ir. Soekarno
-
Moh. Hatta
2.
Meskipun
sudah terlepas dari diskriminasi Jepang. Namun, sifat – sifat itu melekat erat
pada rakyat Indonesia. Tokoh yang pertama kali keluar untuk mencerdaskan bangsa
dan memajukan pendidikan adalah Ki Hajar Dewantara. Tujuan lainnya adalah
mengarahkan dan membimbing murid menjadi pribadi yang bertanggung jawab. Metode
yang ditekankan adalah sistem sekolah kerja, aktivitas dan kreativitas, serta
memahami peristiwa yang terjadi di luar lingkungannya.
Pendidikan diluar sekolah ditujukan untuk kursus kejuruan
dan ketrampilan agar bangsa dapat
memiliki ketrampilan. Dalam pendidikan dibagi menjadi 3 tingkatan yaitu
Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah,dan Pendidikan Tinggi. Kejuruan yang
mendapat perhatian khusus yaitu, bidang pertanian,industri dan pelayaran.
Karena semangat nasionalisme bangsa Indonesia
mengembangkan kemampuan bahasa persatuannya yang diawali munculnya satra.
Sastra pertama kali di pelopori oeh Chairul
Anwar dan Idrus, yang kemudian
terkenal sebagai angkatan 45.
Disamping sastra, seni lukis, seni drama, seni musik dan
seni film yang mengalami perkembangan pesat dengan munculnya seniman seperti
Sunjoyo, Agus Jayasuminta, Kusnadi, Affandi, Rusli, Basuki Abdullah dan
lainnya. Lagu lagu baru bertema nasionalisme memberi semangat dan menghilangkan
rasa rendah diri, Ismail Marzuki, Cornel Simanjuntak, Amir Pasaribu, Kusbini,
dan lain – lainnya muncul sebagai komponis muda berbakat. Dibidang perfilman
muncul dr. Huyung, Usman Ismail dan Jamaludin Malik.
Dalam bidang fotografi muncul IPPHOS ( indonesia Press
and Photo Service). Foto – fotonya kini dipakai untuk rujukan buku sejarah.
3.
Latar belakang munculnya Rapat
Raksasa Ikada adalah muncul ketidakpuasan komite Van Aksi terhadap kondisi dan
dan struktur awal pemerintahan Indonesia. Komite Van Aksi menganggap pemerintah
harus didesak dan dimotivasi terus agar sadar bahwa Rapat Raksasa ini penting
diadakan guna menunjukkan bahwa rakyat Indonesia mendukung kemerdekaan Republik
Indonesia yang di ploklamirkan tanggal 17 Agustus 1945.
a.
Soekarno
berpidato selama 5 menit di depan massa yang sudah menunggu 10 jam lamanya.
Intisari pidato adalah:
i.
Meminta dukungan dan kepercayaan
rakyat terhadap pemerintahan Republik Indonesia.
ii.
Meminta rakyat agar mematuhi
kebijakan – kebijakan pemerintah dengan disiplin.
iii.
Memerintahkan Rakyat untuk bubar
meinggalkan lapangan IKADA dengan tenang.
Rakyat meninggalkan lapangan dengan tertib tanpa adanya
bentrokan dengan Jepang yang mengepung lapangan Ikada
b.
Dari
hasil pertemuan tersebut pada 19 September 1945 memiliki makna besar, yaitu;
i.
Rapat tersebut berhasil
mempertemukan pemerintah Republik Indonesia dengan rakyatnya.
ii.
Rapat tersebut merupakan
perwujudan kewibawaan pemerintah Republik Indonesia di hadapan rakyatnya.
iii.
Rapat tersebut berhasil menggugah
kepercayaan rakyat akan kekuatan bangsa Indonesia sendiri.
4.
Pertempuran Surabaya.
a.
Latar Belakang:
i.
Sebab Umum
-
Sekutu yang tidak menepati
kesepakatan.
-
Penyerangan penjara kalisosok.
-
Tanggapan atas kekalahan Sekutu
yang menewaskan Jendral Mallaby.
( Cari kepastian dibuku lain. Hanya
bersumber dengan daya analisis dan internet saja HA HA)
ii.
Sebab Khusus
-
Terbunuhnya Jendral Mallaby yang
merupakan jendral terbaik Sekutu.
b.
Tokoh
i.
Mayor Jendral E. C. Mansergh
ii.
Jendral A.W. S. Mallaby
iii.
Soekarno.
iv.
Bung Tomo.
v.
Ahmad Subarjo
vi.
Koenkiyat ( Sekto Barat)
vii.
Kretarto dan Marhadi ( Sektor
Tengah)
viii.
Kadim Prawirodirjo ( Sektor Timur)
ix.
Sungkono ( Komandan)
x.
Gubernur Suryo
c.
Respon Masyarakat Surabaya
i.
Menolak terang – terangan
ultimatum Sekutu melalui radio yang disiarkan oleh Gubernur Suryo.
ii.
Mempertahankan Surabaya dengan
maksimal dan dibakar semangatnya oleh Bung Tomo melalui radio.
iii.
Siap berperang
d.
Proses
i.
Pada tanggal 25 Oktober 1945,
pasukan sekutu dari Brigade 49 mendarat di Tanjung Perak, Surabaya. Pasukan ini
dipimpin Brigadir Jendral A. W. S. Mallabary. Pihak sekutu menjamin tidak ada
pasukan Belanda yang membonceng dan tugas mereka hanya melucuti tentara Jepang.
ii.
Sekutu melanggar kesepakatan itu
dengan melakukan tindakan provokasi;
1.
Pada tanggal 26 Oktober 1945, satu
peleton pasukan Sekutu menyerbu penjara Kalisosok untuk membebaskan seorang
Kolonel Angkatan Laut Belanda.
2.
Pada tanggal 27 Oktober 1945,
pasukan Sekutu menduduki Tanjung Perak, Kantor Pos Besar, Gedung Internatio,
dan tempat –tempat penting lainnya.
3.
Masih pada hari yang sama, pesawat
terbang Sekutu menyebarkan pamflet yang berisi perintah kepada rakyat Surabaya
agar menyerahkan senjata yang dirampas dari tangan tentara Jepang.
iii.
Tindakan provokasi menghapus
kepercayaan rakyat Surabaya. Tanggal 27 Oktober 1945 terjadi pertempuran
melawan sekutu, pertempuran meluas menjadi serangan umum.
iv.
Brigade 49 menghubungi Soekarno
untuk meredam aksi kesalahpahaman tersebut sehingga mengghasilkan panitia
penghubung.
v.
Terdapat insiden yang menewaskan
Jendral A.W. S. Mallaby. Sekutu menambah pasukan Mayor Jendral E. C. Mansergh. Dan mengeluarkan ultimatum pada
tanggal 9 November 1945.
vi.
Surabaya tidak menaati Ultimatim
tersebut dan terjadilah perang 10 November.
vii.
Kontak senjata pertama terjadi di
Tanjung Perak yang berlangsung sampai pukul 18.00 WIB.
viii.
Sekutu berhasil menembus garis
pertahanan pertama Surabaya
ix.
Sekutu berhasil merebut Surabaya
selama 3 minggu pertempuran.
x.
Pertempuran terakhir tejadi di
GunungSari , 28 November 1945.
5.
Pertempuran Bandung Lautan Api.
a.
Latar Belakang
i.
Sebab Umum:
-
Orang Belanda yang baru bebas dari
kamp tawanan mulai melakukan tindakan yang mengganggu keamanan.
-
Banyaknya teror yang dilakukan NICA.
ii.
Sebab Khusus:
-
Ultimatum 1 Sekutu untuk
mengosongkan kota Bandung bagian utara.
-
Inggris menuntut agar semua senjata api yang direbut dari tangan
Jepang dikembalikan.
-
Ultimatum 2 sekutu untuk
mengosongkan Bandung bagian selatan.
b.
Tokoh
-
Kolonel Abdul Haris Nasution
-
Muhammad Toha
-
Ramdan
-
Atje Bastaman
-
Ismail Marzuki
-
Sultan syahrir
-
Rukana
-
Brigade Mac Donald
c.
Respon Masyarakat Bandung
i.
Menolak Untuk menaati Ultimatum
dari Sekutu
d.
Proses
i.
Pada 21
November 1945,tentara sekutu mengeluarkan Ultimatum pertama yang
berisi “Bagian utara kota bandung harus dikosongkan dan juga menyerahkan
senjata yang dirampas dari tentara jepang oleh pihak indonesia
selambat-lambatnya tanggal 29 November 1945”. Ancaman itu tidak digubris oleh para pejuang indonesia.
ii.
Malam 24
November 1945, TKR dan badan-badan perjuangan melancarkan serangan ke markas
sekutu di bagian utara, termasuk Hotel Homann dan Hotel
Preanger.
iii.
Sejak saat
itu sering terjadi bentrokan senjata antara TKR dengan tentara sekutu.Kota
bandung terbagi menjadi dua,Bandung Utara dan Bandung
Selatan.Oleh karena persenjataan yang tidak memadai pasukan TKR tidak dapat mempertahankan Bandung
Utara dan akhirnya dikuasai sekutu.
iv.
Pada 23
Maret 1946,tentara sekutu mengeluarkan Ultimatum kedua. Mereka menuntut agar semua masyarakat dan para
pejuang TRI mengosongkan bagian selatan kota bandung paling lambat malam hari
tanggal 24 Maret 1946.
v.
Demi
pertimbangan politik dan keselamatan rakyat, Pemerintah RI memerintahkan TRI
dan para pejuang lainnya untuk mundur dan mengosongkan bandung selatan.
vi.
Tokoh-tokoh
pejuang dan Panglima TRI segera
bermusyawarah melalui Madjelis Persatoean
Perdjoangan Priangan(MP3).Mereka sepakat untuk mematuhi perintah dari pemerintah
pusat.Namun,mereka tidak mau menyerahkan bagian selatan kota bandung itu secara
utuh kepada musuh.
vii.
Rakyat
diungsikan keluar kota bandung.. Sebelum
ditinggalkan,Bandung Selatan dibumihanguskan oleh para pejuang dan anggota TRI
dengan maksud agar Sekutu tidak dapat menggunakan Bandung Selatan sebagai
markas strategis militer.
viii.
Walaupun
demikian,pertempuran tetap berlangsung. anggota TRI dan pemuda menggunakan
taktik perang gerilya. Pertempuran yang paling besar terjadi di Desa
Dayeuhkolot, Bandung Selatan, di mana terdapat Gudang Amunisi
besar milik Tentara Sekutu. Dalam pertempuran ini Muhammad Toha
dan Ramdan, dua pejuang BRI (Barisan Rakjat Indonesia)
ikut berperang untuk menghancurkan gudang amunisi tersebut. Muhammad Toha
berhasil meledakkan gudang tersebut dengan dinamit. Gudang besar itu meledak
dan terbakar bersama kedua pejuang tersebut di dalamnya.Rangkaian peristiwa ini
terjadi pada Malam hari tanggal 24 Maret 1946.
Panjang amat jawabannya:(
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Hapus